Apa bedanya keluar dari kandang macan yang satu ke kandang macan yang lainnya. Semua bengis dan buas. Mudah sekali melukai kehidupan seseorang, mungkin tanpa pernah berpikir di akhirat sana masih ada yang namanya neraka. Kalo udah begini, pasti tak jauh – jauh dengan permasalahan yang namanya cinta. Cinta benar – benar telah mempermainkanku. Setelah kasihku tak sampai pada seseorang, kini hadir seseorang yang membawa cinta terbesarnya buat aku. Tapi, cinta ini adalah sebuah kesalahan. Kesalahan besar malah. Karena apa ??? Karena si seseorang pembawa cinta terbesar itu statusnya uda nggak single lagi alias uda punya pacar. Trus maksudnya dia bilang cinta sama aku, hanya karena menginginkanku menjadi selingkuhannya. Begitukah??? Sudah tak punya harga diri saja rasanya.
Kehadirannya yang tepat dalam hidupku, benar – benar membuatku bisa melupakan kasih tak sampaiku. Semua mengalir begitu saja. Awalnya, aku hanya berencana buat enjoy – enjoy an ajja, tapi lama kelamaan semua bentuk perhatiannya membuat addicted. Aku mulai bergantung padanya, dan aku pun mulai memposisikan dia dalam hatiku. Tapi, aku sadar cinta ini adalah sebuah kesalahan. Semua kata cinta yang harusnya berirama riang, berubah jadi duka buatku. Setiap kali dia mengatakan cinta dan sayang hatiku selalu sakit, karena aku benar – benar sadar bahwa cinta ini adalah sebuah kesalahan.
Aku takut. Ketakutan ini bukan tanpa alasan tentunya. Terbesit dipikiranku bagaimana perasaan hati si cewek yang telah dulu mengisi hatinya ketika tahu ini semua??? Tercabik – cabik pasti. Karena mereka telah menjalin hubungan bukan dalam waktu yang singkat, melainkan uda 2 tahun hubungan mereka berjalan. Aku juga wanita, jadi aku mesti tahu apa yang nanti bakalan dia rasakan.
Walopun berat, akhirnya aku memutuskan untuk melepaskannya. Mumpung ini masih belum terlalu lama, jadi kalopun aku sakit hati mungkin tidak terlalu butuh waktu lama untuk mengobatinya. Toh, aku sama dia notabenenya adalah sahabat dekat. Jadi kalopun tidak berpacaran, aku masih bisa memiliki dia sebagai sahabatku.
Akhirnya, aku ngomong sama dia bahwa aku mengalah untuk melepaskanmu. Kita tidak harus jadi sepasang kekasih, bersahabat mungkin itu sudah cukup. Jangan seenaknya sendiri jadi seorang cowok, jangan egois mementingkan perasaanmu saja, pikirkan “nanti” pasti ada 2 hati yang akan tersakiti. Aku hanya orang baru yang secara tiba – tiba menyapa hatimu, dan rasa cintamu padaku mungkin hanya rasa cinta sesaat yang sebentar lagi akan menguap. Sedangkan pacarmu, adalah orang yang dulu mengisi hatimu. Pasti bukan tanpa alasan kenapa kamu bisa bertahan pacaran lama dengan pacarmu.Lepaskan Aku!
Lhah disini keegoisanmu mulai membabi buta. Kamu tak mau melepaskanku.Kamu beralibi terlalu sayang padaku, bahkan rasa sayang itu sudah tumbuh lama di hatimu. Aku jadi bingung. Semula aku yang siap melepasmu jadi meragu. Aku mulai berpikiran mau menjalani kasih denganmu, dengan embel – embel aku adalah selingkuhanmu dan aku adalah wanita terjahat yang merecoki kehidupan rumah tangga orang lain. Oke semua berjalan apa adanya!
Dalam perjalanan cinta yang terjalin, aku teringat dengan apa yang namanya karma. Aku takut suatu saat aku akan dibalas dengan perlakuan yang sama. Dalam usia hubunganmu yang uda berjalan 2 tahun, kamu bisa menjalani kasih dengan tambatan hati lain. Bagaimana suatu saat jika benar kamu jadi bersamaku, kamu akan melakukan hal yang sama. Kamu akan bosan padaku dan mencari hati baru yang membuat nyaman hidupmu.
Sekarang, pikirkan baik – baik jalan yang harus kamu tempuh. Kamu harus bisa melepaskan salah satu dari kami. Tinggalkan sebentar keegoisanmu. Ini menyangkut masalah hati.OKE!!!
Aku yakin kamu pasti bisa memberi keputusan yang paling baik.SEMANGAT!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar