Si Pemilik Senyum
Masyaallah, , , gue nangis !!! Hati gue tersayat sakit tatkala gue
teringat setiap simpul senyum kecil yang selalu tersungging di sudut bibirnya.
Senyuman yang tak pernah padam berkobar, senyuman bak bunga mekar di musim
semi, senyuman manis yang selalu ditujukan dya buat gue. Senyuman itu yang
selalu membuat gue nyaman, tenang, senang berada di sisinya. Dan gue mencintai
dya. Mencintai dya tanpa alasan dan mencintai dya apa adanya. Karena cinta adalah kerelaan mencintai
seseorang apa adanya. Dimulai dari sinilah bajingan gue.Gue yang sudah
punya pacar, tapi harus mencintai dya. Dya yang selalu tersenyum dan membuat
gue tersenyum. Gue mencintai dua hati yang benar-benar juga memberikan hati
mereka buat gue.Begitu juga gue, gue juga memberikan sepenuh hati gue buat
mereka berdua. Bajingan kan gue ? ??
Kenapa saat ini gue sampe nangis,
sampe berada pada titik terhina gue, alasannya karena si pemilik senyum itu.
Ya, karena si pemilik senyum itu. Senyum itu adalah sandiwara penutup luka
hatinya, ternyata dya selalu meneteskan air mata setiap kali dya selese
menghipnotis gue dengan senyumannya. Ternyata dya kesakitan mencintai gue.
Tapi, dya tak pernah berkata. Dya berhasil mencintai gue dengan caranya. Dya
selalu ada buat gue, nungguin gue, berkorban apapun demi gue, mencintai gue
sampe detik ini. Tapi, gue yang jahat. Gue hanya mencintai dya dan menduakan
cintanya. Serta tak memberi penjelasan atas cintanya.
Pada akhirnya gue tetap milih
bersama pacar gue dan melepaskan cinta si pemilik senyum. Gue nglepasin dya
bukan karena gue gag cinta lagi sama dya, tapi gue nglepasin dya karena gue tak
ingin dya terus-terusan kesakitan mencintai gue. Gue tak ingin senyum itu
berubah jadi air mata yang terus menganak sungai di sudut matanya. Walopun gue
tahu sekarang si pemilik senyum itu terus menangis. Menangisi seorang laki-laki
bajingan , yaitu GUE.
“Maaphin gue Ra!!!”
“Gue harus lakuin ini semua. Karena
gue tak ingin elu sakit.”
Begitu
akhirnya gue menjawab lalu menutup diary warna ijo muda milik dya yang tak
sengaja gue baca.
