Senin, 23 Mei 2011

Artikel Ilmiah


PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS
MASYARAKAT DAERAH TERPENCIL DAN TERKENA BENCANA
Nastiti Rahayu VI C / 08411.199
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

1.        Pendahuluan
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam upaya mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kualifikasi kemampuan yang mencakup kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, keterampilan, daya saing, semangat juang, dan kreativitas inovatif untuk dapat hidup mandiri dan berdaya saing. Oleh karena itu, pemerintah provinsi dan terutama pemerintah kabupaten/kota wajib memberikan layanan pendidikan bagi warga negara Indonesia.  Sesuai dengan isi dalam Pasal 31 ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran”. Dalam pasal ini menunjukkan bahwa pemerintah dan bangsa Indonesia menghormati dan melindungi hak asasi individu yang berkedudukan sebagai warga negara untuk mendapatkan pengajaran.
Tidak terkecuali, bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan terkena bencana harus mendapat perhatian dan pelayanan khusus, agar semua warga Indonesia menjadi manusia-manusia yang berpendidikan. Persoalan mengenai akses jalan dan transportasi yang sulit, serta situasi bencana yang melanda semoga tidak merubah persepsi masyarakat terhadap pendidikan turut mempengaruhi turunnya minat bersekolah dan meningkatnya angka putus sekolah. Dengan demikian, pemerintah harus mensosialisasikan, memperhatikan, dan mengayomi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan yang tinggal di daerah bencana agar mereka tetap memperoleh pendidikan. Pemerintah dapat merealisasikan dengan jalan pembukaan gedung sekolah baru, pemberian beasiswa pada tingkat SD dan SMP, penyediaan sumbangan dana bantuan operasional pada sekolah-sekolah, dan meningkatkan akses, ekualitas, dan ekuitas pendidikan.

2.        Pembahasan
2.1  Pendidikan Layanan Khusus
Mengacu pada UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 32  ayat 2 berbunyi: “Pendidikan layanan khusus diberikan kepada anak didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dari segi ekonomi”.
Penanganan pelayanan khusus dapat dilakukan dengan cara pengaturan masalah penjadwalan masuk sekolah, intensitas pertemuan tatap muka, materi yang disampaikan seperti bidang matematika, agama, bahasa, dan bidang lainnya berdasarkan kebutuhan daerah setempat.
Pendidikan layanan khusus juga harus mempertimbangkan persiapan mental para anak didik. Penanganan pendidikan  dimulai dengan penanganan psikologis spirit belajar dan rasa optimisme menghadapi hidup, semangat bermain, menyatu dengan teman-teman sebaya, dan keceriaan mereka harus dipulihkan.

2.2 Daerah Terpencil dan Terkena Bencana
As any student of history knows, domestic and international conflict can stem from various factors including economic inequality, ethnic, and religious disputes, foreign exploitation, and resource deprivation. (http://books.google.co.id)
Beberapa wilayah di Indonesia yang miskin harta dan miskin ilmu seperti kehidupan anak nelayan di Desa Aeng Batu-Batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan yang merupakan daerah terpencil. Hantaman bencana  bertubi-tubi yang menghantam Indonesia,membuat dada ini tidak berhenti menangis. Seperti, tsunami Aceh, gempa Sumatra Barat, gunung meletus Yogyakarta, dan lumpur lapindo Sidoarjo. Mereka semua butuh uluran tangan demi kembali menapaki hidup yang layak lagi, dan pada akhirnya tercipta sumber daya manusia yang produktif. Ini dimaksudkan juga untuk kemajuan bangsa di kancah internasional. Pendidikan berkualitas adalah kunci mengkonversi dari kemiskinan dan keterbelakangan menjadi kemajuan, menjadi bangsa yang cerdas, adil dan makmur.

2.3 Upaya Pemerintah
Pemerintah telah menyiapkan penanganan jangka pendek (1-6 bulan) dan jangka panjang (4-5 tahun).Penanganan jangka pendek bertujuan memulihkan kembali kelangsungan proses pembelajaran dalam situasi darurat. Tahapan ini mencakup pendidikan formal (sekolah) dan non formal (luar sekolah). Pada jalur formal, pemerintah membangun sekolah tenda dengan kapasitas 40 orang per kelas. Setiap kelas ditangani tiga orang guru. Sekolah darurat didirikan di sekitar lokasi pengungsian.
Secara fisik rehabilitasi dan rekonstruksi secara sistematis, seperti penyediaan tenaga guru di tempat-tempat relokasi karena citra terdepan dalam soal pendidikan ini adalah guru, sarana-sarana pendidikan, dan menata kembali program belajar yang tertunda. Some of the greatest unsung heroes of our society are the teachers who spend their lives educating our children. (http://www.edubook.com/teacher)
Pendidikan harus terus berjalan. Pemberian pendidikan dalam keadaan bagaimanapun, bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Tidak membayangkan, Indonesia yang menduduki peringkat ke-4 jumlah penduduk terbanyak harus bernasib sama dengan 14 negara yang jauh tetinggal dengan negara lain di dunia.
One way to learn what makes a difference and how much of a difference it makes is to measure schooling outputs in a large number of settings that vary in terms of the characteristics or inputs that are thought to make a difference. (Gary Bridge dkk, 1979:3)
Apapun dan bagaimanapun caranya menempuh pendidikan, sekalipun dengan segala perbedaan cara, tempat, keadaan serta karakteristik harus tetap menghasilkan lulusan yang berkualitas demi meningkatkan daya saing bangsa dalam pertarungan internasional.

3.    Kesimpulan dan Saran
3.1  Kesimpulan
Pendidikan layanan khusus dimaksudkan agar tidak ada anak yang putus sekolah dan tetap memperoleh pendidikan dalam keadaan bagaimanapun juga. Dengan jumlah penduduk yang padat, diharapkan output pendidikannya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu bersaing dalam dunia internasional sebagai negara maju dan berkembang.

3.2 Saran
                         Pemerintah perlu mengadakan penanganan secara cepat dan tepat mengenai pendidikan    layanan khusus ini dan perlu akses yang lancar pemberian bantuan berupa sarana dan fasilitas.

1 komentar:

  1. Comment sendiri aahh
    Hasil rasa,cipta,dan karsa saya...tapi???
    Blum menembus dunia kemenangan yang cemerlang^^
    #Never Give Up!!

    BalasHapus