Hari ini aku berbahagia.Pasalnya,saat ini telah tersaji di depan mataku lilin berbentuk angka 24.Lilin yang diannya berpendar terang.Seterang dan sepanas kobaran ambisi dan harapan dalam doa yang kupanjatkan.Doa dari seorang wanita tak berdaya.Tak berdaya karena kejamnya ranjau dunia dan kukungan erat menjerat raga beserta jiwa.
Satu yang kinginkan,aku ingin menikah.Tapi,pertanyaannya “Apa mungkin??”itulah kejamnya.
Orang menyangka aku gila,karena aku sering berpolah tingkah arrogant dan berkata kasar,bahkan perkataanku tak lain dan tak bukan adalah sampah bagi semua orang yang mendengar.Tapi,aku nggak gila.Aku waras.Aku tahu satu ditambah satu adalah dua,dan aku juga tahu siapa itu Gayus Tambunan??”Aku paham.
Kejamnya lagi,orang-orang itu menganggap aku hewan.Seekor serigala liar yang siap menikam mangsa setiap saat.Serigala liar yang mengaung memecah malam karena protes dari cacing-cacing di perutnya yang minta makan.Tapi,aku manusia.
Hanya saja,aku sangat hyperaktif dengan anggota gerak tubuhku.Hyperaktif yang menjorok ke arah negatif.Misalnya saja,aku sering mencakar ,sering melempar orang dengan batu,bentak-bentak orang,dan berkata kasar pula.Tapi,itu semua adalah penyakit.Penyakit saraf!!”vonis dokter kala itu.Saraf apa dan bagian mana??”aku nggak mampu untuk menjelaskan.Karena,saat itu aku masih terlalu kecil untuk mengetahui segala sesuatunya.Mudahnya,bilang ajja aku terkena gangguan saraf hyperaktif negatif.
Sampai pada akhirnya,aku yang semula mengenyam pendidikan pada lembaga sekolah anak normal harus dimutasi ke sekolah Luar Biasa.Tamparan keras menghajar wajahku.Aku harus terima.
Tiba-tiba pelukan hangat menyelimuti rapuhnya ariku.Itu dia ibuku.Ibuku,paham betul saat aku mulai menunjukkan ketidakwajaran polahku.Aku meremas lilin berbentuk angka 24 itu dengan geram dan melemparkannya.Seraya aku tertawa dan berkata : “Ibu,aku ingin merayakan ulang tahunku di luar rumah.Aku ingin menatap terang dunia.Dan aku ingin bertemu seseorang yang dapat menyapa hatiku.
Dengan penuh keikhlasan,ibu melepaskan pelukannya.Mengeluarkan aku dari sangkar pengap yang bernama rumah.Kutarik napas,kutahan,dan kuhembuskan.
“Terima kasih!!Setidaknya,dunia masih bersahabat denganku saat ini.
Mulai kutapakkan kaki diiringi senandung kecil yang tidak sadar keluar dari pita suaraku.Lebih tenang,kiranya keadaanku.Hingga secara tak sengaja,aku menabrak laki-laki yang lewat di depanku.
Saraf hyperaktif langsung membabi buta.Tak sadar aku mencakar wajah laki-laki itu saking kesalnya.Kucuran darah segar menetes melewati wajah tampan nan rupawan.Kupandang lekat.Semaikn lekat,semakin kilatan-kilatan aneh berbunga menari-menari riang.Aku jatuh cinta.Love at first sight.Aku salah tingkah dan berlari pulang.
BERSAMBUNG DULU AAHH!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar