Pemandangan lain,datang dari gurat wajahku.Bekas memar membiru masih terasa nyeri di pipi.
"Aauuww...,"pekikku saat aku mengelusnya.Bersamaan dengan itu,rasa ngilu di hati turut mengiringi.Semua kata-kata yang keluar dari lisannya masih menggaung di telinga.
"Aku,penegn kamu tes keperawanan,"begitulah kira-kira,getaran pita suara menyakitkan yang keluar adri mulut lelaki yang telah berkasih denganku selama dua tahun ini.
"Sebegitu ragukah dia akan keperawananku??"
"Apa pula dia menganggapku serendah wanita jalang yang bersahabat dengan malam??"
"Jelas,aku tak paham dengan pikirannya."Sampai pada akhirnya aku benar-benar membuktikan padanya tentang status keperawananku.Tapi,apa yang kudapat??"Dia malah menamparku.Mengataiku,mencaciku,dan menjejali telingaku dengan semua kata-kata sampahnya.Keras,arrogant,dan penuh duri,kisah perjalanan cinta yang kualami dengannya.
"Tapi,kenapa aku tetap bertahan dengan lelaki gila ini???"
"Bukankah,aku bisa bilang putus,lalu sesuka hati mencari pengganti??"
"Tapi,itu tidak aku lakukan."
Karena,aku tahu jawabannya sekarang.
Si lelaki itu bukan lagi seonggok daging yang akan melukaiku lagi,kini dia telah bermetamorfase menjadi gundukan tanah liat merah yang diatasnya bertabur wewangian bunga mawar dan kenanga.Kini,dia telah pergi.Pergi untuk selama-lamanya.
Inilah,jawaban atas semua tindak arrogant dan kekerasannya.
Dia,ingin mengajari aku sakit.Sakit beracun yang menjalari nadi,saat aku benar-benar merasakan dia kini tak lagi ada disisiku.Semua hinaan,cercaan,dan tamparan tak ada artinya.Karena inilah sakit sebenarnya.
Inilah cinta sejati tanpa syarat pada seorang lelaki yang jelas-jelas telah menyakitiku.Tapi,aku tetap bertahan,tetap mencintainya.Karena aku mencintai dia apa adanya,cinta dari hati bukan nafsu birahi.
Seperti ungkapan bijak dari seorang Jalaludin Rumi yang mengatakan bahwa " Aku telah menghabiskan hidup dan hatiku di jalan ini.Dulu aku pikir,cinta dan yang dicinta adalah berbeda.Kini aku tahu,keduanya tidaklah berbeda.Aku melihat dua dalam satu."
"Kasih,aku mencintaimu selamanya."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar